Hadapi Tantangan Digital, Komdigi Tekankan Pentingnya Pengemasan Pesan Publik yang Kreatif : Dutaponsel

banner 468x60

Hadapi Tantangan Digital merupakan salah satu topik yang dibahas dalam artikel ini. Berikut adalah informasi lengkap seputar hadapi yang perlu kamu ketahui.

Transformasi digital menciptakan warga kini menuntut pemerintah bagi menyampaikan informasi yang tidak hanya sekedar pesan, meski demikian demikian pula dikemas secara kreatif, sederhana, dan relevan. Pasalnya, warga kini cenderung mengonsumsi informasi secara pesat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.

banner 336x280

“Intinya bagaimana humas sanggup kreatif di tengah terpaan konten digital yang begitu masif, sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya sampai, akan tetapi juga sanggup diterima dan dipahami oleh khalayak,” kata Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Angki Kusumadewi saat mengisi acara Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif.

Ini adalah bagian dari kontribusi Badan Koordinasi Hubungan Khalayak (Bakohumas) dalam meningkatkan kapasitas humas pemerintah di seluruh Indonesia ini diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada Senin, (27/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh insan humas dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah ini berlangsung secara luring dan daring, sekaligus menjadi ruang kolaborasi guna memperkuat kompetensi komunikasi publik di tengah tantangan disrupsi digital yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Angki menekankan bahwa perubahan perilaku audiens, khususnya di era digital, menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda. Merespons perubahan perilaku warga ini humas tidak cukup hanya mengandalkan validitas data, namun demikian pula mesti mampu memastikan pesan tersebut menarik perhatian dan membangun keterlibatan publik.

Pada sesi Masterclass, narasumber dari Katadata, yaitu Muhammad Yana dan Maria Margareta Delviera berbagi pengalaman mereka dalam mengolah data menjadi konten yang menarik dan berdampak.

Yana menyoroti persoalan klasik komunikasi publik, yakni banyaknya data valid yang tidak tersampaikan secara efektif kepada publik karena lemahnya kemasan konten.

“Bayangkan kita punya data yang sahih dan vital, tapi setelah dipublikasikan tidak ada yang membaca. Pertanyaannya, yang salah datanya atau kemasannya?” ujarnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *