Sepeninggal Vince Zampella yang meninggal akibat kecelakaan mobil pada Natal 2025, arah pengembangan Battlefield 6 semakin menghasilkan posisinya terpuruk, melalui semakin menurunnya jumlah pemain hingga kegagalan Season 2. Kini, EA kembali lakukan manuver yang tidak wajar, melalui mendorong monetisasi Battlefield 6 ke level lebih agresif.
Langkah itu terungkap melalui post di media sosial dari CharlieIntel, yang perlihatkan adanya pre-order demi Battle Pass musim berikutnya di dalam game. Bukannya promosikan map kontemporer, mode kontemporer, atau teaser konten besar lebih dahulu, EA putuskan demi beri opsi membayar Battle Pass bahkan sebelum musimnya resmi dimulai.
Lewat iklan in-game tersebut, Battlefield 6 menawarkan dua opsi pre-order bagi Season 3, yaitu Battle Pass standar dan Pro upgrade. Keduanya tidak datang menggunakan potongan harga sama sekali, hanya insentif lewat bonus kecil bagi pemain yang membayar lebih awal. Bagi versi standar, pemain langsung mendapat Verdant L110 Weapon Package dan dua Tier Skip. Sementara versi Pro memberi dua Weapon Pack, Tier Skip, serta bonus XP tambahan.
Secara teknis, langkah ini bukan hal yang mengejutkan demi game live service. Bonus early purchase rampung lama jadi bagian dari model monetisasi modern. Namun perbedaannya di sini cukup mencolok, lantaran EA kini tidak hanya menjual Battle Pass, namun pun mulai menjual akses awal demi membeli Battle Pass itu sendiri. Manuver ini bukan sekadar monetisasi konten musiman, namun monetisasi atas ekspektasi konten yang bahkan belum dirilis.
Apakah ini ialah jawaban EA atas rendahnya penerimaan pemainnya terhadap Season 2, menggunakan menciptakan pemain kepalang basah lantaran membeli Battle Pass, yang mampu jadi kelak disesali bila kontennya ternyata mengecewakan seperti Season 2, akan tetapi tetap menjadi keuntungan bagi EA?
Bagaimana menurut Anda mengenai langkah monetisasi mutakhir yang diambil oleh EA untuk Battlefield 6 itu?
