JAKARTA – Microsoft telah melakukan perubahan pada peta digitalnya bagi memasukkan nama-nama geografis Palestina dan menghapus beberapa sebutan Israel yang dianggap “menyesatkan” di daerah Tepi Barat yang diduduki, demikian pernyataan sebuah kelompok hak digital.
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Arab guna Kemajuan Media Sosial (7amleh) mengungkapkan perubahan tersebut mencakup layanan berbasis lokasi, termasuk mesin pencari “Bing”. Label yang sebelumnya mencantumkan lokasi di Tepi Barat yang diduduki di bawah sebutan “Yudea dan Samaria, Israel” kini diganti melalui istilah “Tepi Barat”.
“Yudea dan Samaria” dianggap sebagai istilah Israel guna menyebut Tepi Barat yang diduduki. Namun, berdasarkan hukum internasional, Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dianggap sebagai wilayah Palestina yang diduduki Israel dan dianggap sebagai komponen kunci dari negara Palestina di masa depan.
Perubahan tersebut ialah “koreksi yang diperlukan,” kata Lama Nazeeh, Manajer Advokasi 7amleh, sebagaimana dilansir Anadolu. Dia menyerukan kepada perusahaan teknologi bagi mematuhi hukum internasional dan tidak berkontribusi pada “penghapusan digital geografi Palestina.”
Pencarian pada peta Bing pun mengonfirmasi bahwa nama “Tepi Barat” telah diadopsi oleh Microsoft guna merujuk pada wilayah Palestina. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi langsung dari platform tersebut mengenai pembaruan ini.















