Samsung Foundry mulai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan di proses fabrikasi 4nm mereka. Yield produksi kini rampung menembus angka 80 persen, yang biasanya menjadi tanda bahwa sebuah node rampung stabil demi produksi massal. Kondisi ini membuka ruang bagi Samsung demi mempertinggi volume produksi tanpa beragam risiko cacat.
Beberapa tahun ke belakang, situasinya tidak semulus ini. Samsung sempat menghadapi tantangan masif dengan yield rendah di node 4nm, bahkan disebut tertinggal dari kompetitor seperti TSMC. Saat itu, beragam klien memilih alternatif lain sebab konsistensi produksi Samsung belum sepenuhnya terjaga.
Perlahan kondisi tersebut berubah seiring perbaikan proses dan pengalaman produksi yang terus berjalan. Fasilitas Pyeongtaek kini menjadi tulang punggung, tidak hanya guna 4nm namun serta 5nm dan 7nm. Dari sini, Samsung mulai mengamankan pasokan chip guna berbagai sektor, termasuk AI accelerator yang permintaannya sedang melonjak.
Bahkan Samsung pun telah menunjukan kemampuannya di node 2nm, lebih dulu dibandingkan melalui para kompetitornya lewat Exynos 2600. Samsung digadang-gadang pun bakal kembali dipercaya oleh Qualcomm bagi memproduksi SoC Flagship mereka berikutnya.
Menariknya, proses 4nm ini demikian pula punya peran krusial di pengembangan memori generasi terbaru seperti HBM4. Ini menghasilkan posisinya tidak hanya krusial guna logic chip, tetapi demikian pula ekosistem AI secara keseluruhan. Selamat guna Samsung!
Sumber
