Kreator MindsEye Kembali PHK Massal Pasca DLC yang Sensasional • Dutaponsel

Setelah 2 bulan berselang semenjak Build a Rocket Boy (BARB) lakukan PHK massal di awal Maret lalu, kreator dari MindsEye tersebut kembali memangkas tenaga kerjanya dalam jumlah yang besar. Langkah ini menandai gelombang pemutusan kerja ketiga yang menghantam studio game itu dalam waktu relatif singkat.

Laporan terbaru dari Kotaku menyebut hingga 170 karyawan terdampak dalam gelombang PHK kali ini. Jika angka tersebut akurat, jumlah staf yang tersisa di BARB kini disebut mendekati tingkatan “skeleton crew”, titik di mana studio praktis hanya berjalan melalui tim minimum yang tidak mampu lagi menghasilkan konten terbaru.

Menariknya, situasi ini datang tidak lama setelah studio game itu mencoba menghidupkan kembali MindsEye lewat DLC baru yang kontroversial berjudul Blacklisted. Konten tambahan ini membawa misi baru menggunakan tema sabotase terhadap BARB dan MindsEye; sesuatu yang telah lama dituduhkan oleh pihak pimpinan studio sebagai alasan utama kegagalan game mereka.

Isu utamanya tetap tidak berubah, yaitu MindsEye sendiri datang memakai reputasi yang nyaris mustahil dipulihkan. Game ini dibuka memakai peluncuran yang buruk, dibanjiri ulasan negatif lantaran isu stabilitas serta banyaknya bug, dan memakai kilat mendapat reputasi sebagai salah satu kegagalan terbesar di industri game dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu kini diperparah memakai DLC yang seakan menuduh pihak luar akan kegagalan studio, bukannya introspeksi diri.

Berkat adanya PHK ketiga, tim yang terus menyusut, dan produk utama yang gagal memperbaiki dirinya, masa depan Build a Rocket Boy kini semakin kompleks demi diprediksi. Demi saat ini, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah MindsEye dapat bangkit, akan tetapi apakah Build a Rocket Boy sendiri masih dapat bertahan hidup.

Bagaimana menurut Anda mengenai kondisi buruk yang menimpa BARB itu? Apakah Anda sempat mencoba memainkan MindsEye?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *