Meta Mau Sedot 100 Gigawatt Energi Matahari Pakai Satelit, bagi AI ! • Dutaponsel

banner 468x60

Meta mulai mencari pendekatan modern untuk memenuhi kebutuhan energi data center AI yang terus naik. Perusahaan ini bahkan melirik solusi yang cukup tidak biasa, yaitu memanen energi matahari langsung dari luar angkasa. Ide ini muncul karena konsumsi listrik AI telah mulai membebani jaringan listrik di berbagai wilayah.

Konsep yang dibawa cukup menarik lantaran Meta ingin menempatkan satelit di orbit geosinkron sekitar 22.000 mil dari Bumi. Satelit ini bakal menangkap sinar matahari yang tersedia hampir sepanjang waktu tanpa terhalang malam atau cuaca. Energi tersebut lalu dikirim ke Bumi dalam bentuk sinar inframerah berintensitas rendah.

banner 336x280

Di permukaan Bumi, energi ini hendak diterima oleh fasilitas khusus yang selanjutnya mengubahnya menjadi listrik. Sistem ini dirancang agar sanggup terhubung langsung memakai infrastruktur solar farm yang usai ada. Jadi, pembangkit listrik tenaga surya yang biasanya berhenti saat malam sanggup tetap beroperasi tanpa jeda.

Meta menggandeng Overview Energy bagi proyek ini dengan kapasitas hingga 1 GW. Jika teknologi ini berjalan sesuai rencana, Meta menargetkan uji coba pertama dilakukan pada 2028. Penggunaan secara komersial mutakhir akan dimulai sekitar 2030.

Selain soal sumber energi, Meta pun menggarap sisi penyimpanan yang selama ini jadi persoalan lain. Perusahaan bekerja sama dengan Noon Energy bagi menghadirkan sistem penyimpanan hingga 100 GWh. Teknologi ini diklaim mampu menyimpan energi lebih dari 100 jam, jauh lebih lama dibanding baterai biasa.

Kebutuhan seperti ini memang mulai terasa krusial sebab energi terbarukan tidak selalu stabil. Tenaga surya dan angin begitu bergantung pada kondisi alam, sehingga suplai listrik sanggup naik turun. Penyimpanan jangka panjang diharapkan sanggup menutup celah tersebut agar data center tetap berjalan tanpa gangguan.

Meta sendiri bukan satu-satunya yang bergerak ke arah ini. Sejumlah perusahaan teknologi kolosal telah lebih dulu mengamankan pasokan energi dari berbagai sumber, termasuk nuklir dan geothermal. Meta bahkan disebut telah mengontrak lebih dari 30 GW energi bersih guna mendukung ekspansi AI ke depan.

Rencana memanen energi dari luar angkasa sebenarnya bukan ide mutakhir, namun belum pernah diwujudkan dalam skala masif. Proyek Meta ini mampu jadi ujian penting apakah konsep tersebut benar-benar layak digunakan secara komersial. Jika berhasil, model ini berpotensi mengubah pendekatan industri teknologi mendapatkan listrik.

Sumber

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *