Inisiatif terbaru yang agresif dari CEO Xbox Asha Sharma belakangan ini memang kerap menarik perhatian dunia gaming. Bukan hanya menurunkan harga Game Pass Ultimate supaya lebih terjangkau, console itu juga telah pastikan Project Helix sebagai perangkat next-gen utama mereka serta pertimbangkan demi kembalikan game eksklusif demi tingkatkan daya saing console.
Kini langkah baru kembali muncul, menggunakan adanya tweet dari pimpinan Xbox itu terkait logo baru console. Identitas visual baru console itu hadir di berbagai elemen interface sistem, termasuk dynamic background, profile background, dan gamer pic. Hal ini jelas menjadi implementasi paling frontal dari strategi rebrand console mereka, yang belakangan mulai terlihat makin agresif.
Meski terlihat sebagai perubahan kosmetik kecil, langkah ini sebenarnya cukup esensial. Rebrand semacam ini bukan sekadar mengganti logo, namun mempertegas arah terbaru identitas Xbox sebagai brand utama Microsoft di industri gaming. Beberapa waktu terakhir, Asha Sharma juga telah memisahkan console mereka dari branding “Microsoft Gaming”, memperlihatkan upaya memusatkan produk mereka pada satu identitas console yang kuat.
Untuk pemain, perubahan ini memang tidak hendak mengubah teknik bermain secara fundamental. Namun secara brand, langkah ini menjadi pertanda jelas bahwa Xbox ingin kembali tampil lebih tegas dan lebih konsisten di kancah persaingan industri console, terutama setelah beberapa waktu terakhir identitas mereka sempat melenceng ke arah publisher multiplatform.
Bagaimana menurut Anda mengenai usaha Asha Sharma demi kembali tempatkan console itu ke dalam kancah perang console via rebranding?













