Persoalan pada robotaxi tidak selalu terjadi di jalan, namun demikian pula sanggup muncul di akhir perjalanan. Hal itu dialami seorang pengguna robotaxi di San Jose Mineta International Airport, saat memakai layanan robotaxi Waymo. Koper miliknya tertinggal di dalam mobil sebab bagasi tidak sempat terbuka.
Perintah membuka bagasi rampung diberikan, tetapi sistem tidak merespons tepat waktu. Mobil justru langsung melanjutkan tugas berikutnya setelah perjalanan dianggap selesai. Akibatnya, interaksi sederhana di detik terakhir tidak berjalan sesuai harapan.
Tanpa pengemudi, proses pengambilan barang jadi lebih rumit. Jin mesti menghubungi layanan pelanggan lantaran mobil rampung kembali ke depo. Ia akhirnya berangkat tanpa koper yang berisi pakaian dan dokumen kerja.
Waymo lalu memastikan koper tersebut sudah ditemukan. Namun, perusahaan tidak menanggung biaya pengiriman ke pengguna. Jin hanya ditawari perjalanan gratis bagi mengambil sendiri barangnya.
Kasus ini memperlihatkan bahwa robotaxi mungkin usai jadi inovasi yang keren, tapi tetap masih ada resiko. Detail kecil seperti sinkronisasi perintah di akhir perjalanan juga punya dampak kolosal. Kalian sendiri apakah tertarik bagi mencoba layanan seperti ini, atau lebih pilih taksi konvensional seperti biasa?
Sumber






